About | Tentang

Who are we?

  • We are a network of individuals and organizations committed to advocating for the rights of refugees and asylum seekers in Indonesia.
  • Network includes:  Jakarta Refugee Network, SUAKA, Jesuit Refugee Services, Yayasan HELP for Refugees, Roshan.

Siapa kami ?

  • Kami adalah jaringan yang terdiri dari individu dan organisasi yang berkomitmen untuk mengadvokasikan hak-hak para pengungsi dan pencari suaka di Indonesia..
  • Jaringan kami terdiri dari lembaga-lembaga seperti Jakarta Refugee Network, SUAKA, Yayasan JRS, Yayasan HELP Indonesia, Roshan, dan sebagainya.

Why are we here ?

There are approximately 14,000 refugees and asylum seekers from conflict-ridden countries such as Afghanistan, Iraq, Iran, Sudan, and Somalia currently living in Indonesia without access to one of the most basic elements of economic justice / basic rights such as the right to education, the right to healthcare, and the right to pursue an independent livelihood to support themselves and their families.  Because Indonesia is not a signatory to the United Nations Convention Relating to the Status of Refugees (1951 Refugee Convention) or the 1967 Protocol, refugees in Indonesia are not allowed to work, which renders them completely dependent upon the aid UNHCR and the International Organisation for Migration (IOM) provide only to the most vulnerable, such as minors and those with serious illness. JAPPSI aims to raise awareness about the plight of refugees stuck in Indonesia for many years without access to education, healthcare, or the right to work.

Mengapa kami hadir ?

Ada sekitar 14.000 pengungsi dan pencari suaka dari negara-negara konflik seperti Afghanistan, Iraq, Iran, Sudan, dan Somalia yang tinggal di Indonesia tanpa memiliki akses pada hak-hak paling mendasar, misalnya hak atas pendidikan, hak atas kesehatan, dan hak atas pencaharian untuk menyokong hidup mereka dan keluarga. Indonesia bukan salah satu penandatangan Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai Status Pengungsi (Konvensi Pengungsi Tahun 1951) maupun Protokol 1967, para pengungsi di Indonesia tidak diperbolehkan untuk bekerja, yang menyebabkan mereka tergantung sepenuhnya pada bantuan dari Komisioner  Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) yang hanya diberikan pada individu-individu yang paling rentan, misalnya anak dibawah umur atau pengungsi  yang memiliki penyakit berat. JAPPSI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesulitan dan perjuangan para pengungsi yang terjebak di Indonesia selama bertahun-tahun tanpa akses pada pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun hak atas mata pencaharian.

For more information / Untuk informasi lebih lanjut,
silakan menghubungi : jappsi@gmail.com

Create your website with WordPress.com
Get started
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close